KAYA YANG DI
CINTAI OLEH ALLAH SWT.
:
Cinta ALLAH SWT kepada hamba-Nya
tdk tergantung pada keadaan miskin atau kaya. Banyak orang miskin yg dicintai
ALLAH, demikian juga banyak orang kaya yg menjadi kekasih-Nya. Diantara 25 nabi
dn rasul pun ada yg kaya dn ada yg miskin, begitu pula para sahabat Nabi SAW
ada yg miskin tapi tidak sedikit juga yang kaya. Islam sangat memperhatikan
pentingnya kekayaan walaupun tidak sampe menempatkan kekayaan sebagai penentu
utama bagi keberhasilan dakwah Islam. Memang banyak peringatan ALLAH dlm
al-Qur'an yg menyebutkan bhw kekayaan sering menggelincirkan manusia hingga
mengundang adzab dari ALLAH seperti Qorun dll. Namun demikian Islam
sesungguhnya tdk memposisikan kekayaan sebagai musuh. Islam menganjurkan agar
kekayaan itu lebih baik jika didapatkan dari hasil bekerja milik sendiri,bukan
dari hasil me-minta2 belas kasihan orang lain. Rasulullah SAW bersabda:'Tangan
diatas lebih mulia dibndingkan dengan tangan yg dibawah,artinya memberi itu
lebih baik daripada menerima' (HR.Bukhori). Kaya itu fitrah,kekayaan justru
memberikan peluang lebih besar untuk dicintai ALLAH. Timbul pertanyaan,
kekayaan seperti apa yg harus kita bangun/wujudkan? Jawabannya:
1. Kaya secara fisik, orang yg fisiknya normal tidak cacat,badannya sehat tidak sakit2an,enerjik tidak malas2an, maka orang tsb dpt dikatakan kaya secara fisik. Kesehatan merupakan kekayaan yg tidak ternilai, apalah gunanya uang yg melimpah jika sakit2an, apalah artinya rumah besar dan mewah jika harus terbaring lemah di Rumah Sakit.
2. Kaya
secara finansial. Seseorang dpt disebut kaya scara finansial jika total
aset yg dimilikinya berupa rumah, kendaraan, tabungan dll, melebihi total
hutangnya, pendapatannya terus meningkat, rasio kekayaannya lebih dari satu.
Jika salah satu unsur penting tsb tidak terpenuhi, maka orang tsb masih labil,
mmpunyai potensi utk kaya skaligus mmpunyai resiko jatuh miskin.
3. Kaya secara mental. Ini berkaitan dg siapa menguasai siapa. Jika
bertambahnya uang menjadikan kita sombong, maka kita dikuasai oleh uang. Orang
bisa disebut kaya secara mental, jika bertambahnya uang menjadikannya sebagai
orang yg rendah hati,rajin,disiplin,sabar dan peduli.
4.Kaya secara sosial.
Bersyukurlah jika kita ditakdirkan kaya secara fisik, finansial dan mental.
Itu berarti kita telah kaya secara
individual. Kita baru disebut kaya secara sosial, jika kekayaan itu kita fungsikan utk mmbantu dan mnyenangkan orang lain dengan jalan infak, sedekah dn zakat.
individual. Kita baru disebut kaya secara sosial, jika kekayaan itu kita fungsikan utk mmbantu dan mnyenangkan orang lain dengan jalan infak, sedekah dn zakat.
5. Kaya
secara spiritual, yaitu orang yang mampu mnghubungkan kekayaan dengan nilai
spiritual yang kita yakini. Jika aktifitas finansial kita mndatangkan
pahala,maka brarti kita telah kaya secara spiritual, sebaliknya jika aktifitas
kita mendatangkan dosa, maka kita miskin secara spiritual walaupun secara
finansial kekayaan kita melimpah. Aktifitas finansial mendapatkannya harus
bersumber dari yg halal,tidak korupsi dan menipu, begitu juga cara
penggunaannya bukan mengandung maksiat dan dosa.
Wassalam,
Wassalam,
Wawan Ahmadi Nadir Darkuti.-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar