Tingkat kejahatan yang semakin meninggi disekitar membuat kita menjadi was-was.
Mulai dari copet, pencurian sampai yang sekarang marak jadi pembicaraan, kekerasan geng motor.
Kriminalitas bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Kita terkadang
sulit untuk membedakan yang mana orang baik, dan yang mana cuma
"pura-pura" baik.
Penipuan berkedok pakaian rapi juga menjadi salah satu mudus kejahatan yang sering kita temui.
Mabes Polri menghimbau agar warga selalu
waspada. Mabes Polri juga merilis ciri-ciri orang yang ingin berbuat
kriminal.
Berikut ciri-ciri orang yang mau berbuat kriminal/kejahatan menurut Mabes polri yang dirilis di akun resminya :
- Naik motor helm selalu tertutup/kaca gelap.
Bisa jadi si pengendara menutup wajahnya dengan kaca helm gelap agar tidak mudah dikenali saat mengincar target kejahatannya
- Parkir motor mesin selalu hidup.
Ini ane pernah mengalami sendiri. Dua orang berboncengan, satu pura-pura
ingin membeli sesuatu, yang satu tetap menunggu diatas motor yang
mesinnya tidak dimatikan. Ternyata ini adalah taktik untuk mereka
melarikan diri. Yang pura-pura membeli sesuatu mengambil/merampas barang
berharga, lari ke arah motor, naik dan langsung kabur.
Tanya ini-itu, pura-pura mau lihat isi rumah kost, padahal yang mau dia
lihat apa yang ada dalam kost tersebut atau disekitarnya. Jika ada orang
yang seperti ini, cukup jelaskan spesifikasi kost yang ada, atau
katakan tidak ada disekitar situ, jika memang dilingkungan situ nggak
ada tempat kost.
- Mondar mandir, tengok kanan kiri (wira-wiri)
Kayak mau nyari seseorang, atau mau ketempat seseorang tapi nggak tahu
alamat. Jika kawan sedusun sedang mencari alamat seseorang, ada baiknya
langsung bertanya pada warga sekitar. Jangan celingak celinguk, gerakan
yang seperti ini memang sangat mencurigakan.
- Menggiring motor mesin mati, seolah bensin habis.
Dengan kondisi seperti ini, warga akan merasa kasihan sehingga
menjadikan niat kejahatan mereka bisa tertutupi oleh rasa kasihan tadi.
Tapi kalau cuma lewat ya biarkan saja, sipa tahu memang lagi kehabisan
bensin atau motornya ngadat.
- Berlagak kenal dengan pemilik rumah.
Yang sulit menghadapi orang seperti ini jika kita sedang menghuni atau
cuma menjagakan sementara. Jika bertemu yang seperti ini lebih baik
hubungi dulu yang punya rumah untuk memastikan, sebelum terjadi hal yang
tidak diinginkan.
- Berpenampilan seperti mahasiswa/mahasiswi.
Pakaian rapi apalagi pakai jaket almamater dan tas punggung layaknya
seorang mahasiswa. Kalau ane pernah ketemu yang seperti ini, modus
kejahatannya itu pemipuan. Pura-pura tdak punya uang, belum makan, belum
bayar iuran dan sebagainya dan ujungnya bisa ditebak "Beri hamba...
uang..".
- Menawarkan jasa/barang dengan memaksa.
Pertama minta kita untuk membeli. Kita langsung menolak karena memang
bukan keperluan. Tapi ini orang terus memaksa. Modusnya ini untuk
memperpanjang waktu di tempat kita, biar dia bisa lebih jau melihat isi
rumah. Ada target sasaran, dia pura-pura numpang ke belakangC, balik
dari WC handphone di atas meja langsung raib.
- Berjalan dengan tergsesa-gesa
Yang namanya orang salah, seperti apapun orangnya ya mesti ada kesadaran
dalam hatinya bahwa yang dia lakukan/akan dilakukan itu salah. Makanya
selalu ingin cepat, karena takut ketahuan.
- Pemulung berani masuk ke pekarangan rumah.
Sebenarnya kasian juga para pemulung. Dengan profesi yang sedemikian dijadikan alat oleh orang jahat untuk modus kejahatannya.
Itulah ciri-ciri orang yang mau berbuat kriminal yang dirilis Mabes
Polri yang kebetulan ane dapat pas blogwalking ke blog sahabat ane,
gaptekupdate.com.
Tapi ingat! itu hanyalah ciri, artinya belum tentu orang yang seperti
diatas ingin berbuat jahat. Kita hanya dituntut waspada alias jangan
lengah ketika bertemu orang yang ada ciri salah satu diatas. Apalagi
salah dua, tiga, empat dan seterusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar